Posts mit dem Label Poems werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Posts mit dem Label Poems werden angezeigt. Alle Posts anzeigen

Donnerstag, 23. April 2015

A Dreamer's Thoughts

In my mind I could do anything.

In reality, there's so much thing I couldn't do. Some of it might even could never be done.

Some years ago, I'd make targets and lists. Tons of them. Taking advantages of being young and safe inside my parents' bubble of comfort. It was the time when you dare to dream. 

If you work hard, you'll succeed.

Then I had to tear up the bubble and get out, take a sip of the real world.

Just a teaspoon, not the whole cup.

I thought I work hard.

But then I failed.

And failed.

It's been sometimes since I put down the targets, lists and plans.

Yet, some of those remain in the subconscious, build up expectations. Again.

I told myself hundreds times, not to. Yet, there still is.

I hate being disappointed. I thought I've been disappointed enough. Yet, there seems to be much more disappointments to come.

I'm affraid of tomorrow.

When I should take the whole cup, in one shot. When even what's left from my dreams would seem larger than the reality.

I'm excited about tomorrow.

I want to see what it will become of me: struggling and succeed like normal people; being finally able to provide the comfort bubble for those, who once built it for me.

And at the same time, build a new bubble for myself too.

Because I need that. Desperately.

Now I'm trying to do my best and if I fail again, maybe it's just not the time yet.

HE knows better.

Donnerstag, 20. März 2014

Kadang

Kadang benci dengan benak ini

Yang terus menolak lupa

Kadang benci dengan hati ini

Yang terus merasa

Padahal benak telah berkata jangan

Padahal luka masih berbekas

Kadang benci dengan mata ini

yang terus mencari dalam tiada

Membelalak lebar untuk melihat yang tidak ada

Kadang benci dengan lidah ini

yang terkunci ego, tak berani teriakan hati

Kadang benci dengan aku

yang terlalu pengecut untuk menatap esok

dan terus mendamba dulu


Lübeck, 20 Maret 2014




Sonntag, 27. Oktober 2013

Hati

Hati
Oleh: Jessica Marceline

Saat hati pertama kenal cinta, berkelana ia dengannya

Hati berjanji untuk jaga diri

Tapi kemudian ia kembali, terluka dan sendiri

Hati lalu berjanji untuk pulihkan diri

Kini ia pulih, tapi tak lagi ingin keluar

Hati telah jadi pengecut, meringkuk di sudut, memeluk lutut

Pekat adalah cahayanya, sepi adalah musik

Menjauh ia sembunyi, tak ingin terusik

Gemetar , hati berbisik,

"Mereka yang kelak mati, tak boleh berjanji"

"Siapa yang patut ucap selamanya?"

"Jika selamanya tak pernah ia kecap"


Lübeck, 27 Oktober 2013

Sonntag, 25. August 2013

Ketika Kau dan Aku Berjumpa Lagi

Ketika langkahmu dan langkahku
membawamu dan aku tuk berjumpa lagi
akan ada derai tawa bergaung dari hati
dan nostalgia yang terujar riang
Tengkar lama jadi lawak
Romantis dulu jadi lelucon
Luka hati hanyalah bekas

Kita akan berjumpa nanti
bukan sekarang
saat hati ini masih berteriak
dan mata ini masih mencari
hanya kamu

Kita akan berjumpa kembali
ketika apa yang kurasa sama seperti dulu
Sebelum mata beradu
Sebelum cinta terucap
Saat kau dan aku bukanlah kita

Ya, ketika apa yang kini masih menjadi tiada
kau dan aku akan bertemu
dan kita akan baik-baik saja


Lübeck, 25 Agustus 2013

Mittwoch, 31. Juli 2013

Ada Satu Masa


Ada satu masa, dimana inspirasi selalu datang tanpa diminta
Saat tangan menari lembut di atas kertas,
senada dengan hati dan pikiran
Saat apa  yang bibir tak dapat ucap, diungkap aliran tinta,
membentuk baris demi baris kata dan kalimat
Ada satu masa, dimana hanya manis terasa
Saat ada bahu untuk bersandar
Saat ada telinga yang selalu mendengar
Ada satu masa, dimana semua perlahan berubah
Saat mata tak lagi melihat
Saat bibir tak lagi mau bicara
Saat tulisan tak lagi mampu tarikan tarian hati
Saat pengertian berbalik arah, memendam rindu, mengubur rasa
Kita terlalu sibuk untuk mengerti yang tak terucap
Hingga yang ada tak lagi terkecap
Apa yang kita punya memang harus dijaga
Tapi bukan dalam peti emas berkunci perak, lalu ditinggal sendiri
menunggu dibuka saat raga ini kembali
Harusnya ia didekap dekat dengan hati,  
agar ia terus tumbuh hingga sulur-sulurnya menjalin,
menghubungan jarak di antara dua hati dalam satu ikatan mati
Hingga tak perlu lagi saling tunggu
karena aku selalu denganmu

Lübeck, 31 Juli 2013



Samstag, 3. September 2011

Puisi Akrostik


Sebuah Puisi
Oleh: Jessica Marceline


Jengah aku menanti senja dikala kelabu kelam membayang
Elok purnama diredam awan, hanya gulita merasuk, masuk
Siapa itu berlari di pandang? Walau beku menoreh tulang
Sepi, hanya sunyi mengucap, berseru menggetar rusuk
Ilalang menari tertiup angin, berdansa ia dengan kumbang
Cangkang jiwa terhempas lalu retak, dirajam letih, ditikam resah menusuk
Aku ingin angin terbangkan mega! Bukan menggoyang alang

Mazmur cendana ingin kudengar! Bukan sepi mengguruh maruk
Api emosi tersulut gundah, tirta di pelupuk tergenang
Racau diri menggaung sedih, menggema lirih, melebur harap
Cinta dan cita bertemu  di bawah gantang
Entah bagaimana
Lalu mengapa?

Indahkah waktu berkata? Saat putus diambil sudah
Nista ini bermuka dua! Walau tungkai lari acuhkan semua dan lidah berujar tegas
Elak hati ingin kembali, tinggalkan asa untuk tetap di sini





Tangerang, 22 Maret 2011

Dienstag, 1. Februar 2011

Puisi AADC

Gue ngefans banget sama beberapa bait puisi berikut... Note ini hanya untuk berbagi dengan mereka yang berpikiran romantis juga =)

I.

Ketika tunas ini tumbuh,
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terembus adalah kata

Mittwoch, 13. Oktober 2010

Terjadilah (Oleh: Jessica Marceline)

Ada orang tanya 'mengapa'
Tiada menjawab
Jalan tetap harus disusur
Sambil berharap akhir bahagia

Dienstag, 13. Juli 2010

A Zippo Lighter with Ox Inscription

This Lighter
It isn't new. In fact, It has already broken.
I can see myself in it, like a mirror. But, it isn't shiny.
The metal body has many scratches, showing people what it has been through.

Montag, 22. Februar 2010

Silent Cry

Hampa
Sesak
Aku butuh udara

Aku ingin teriak!
Aku ingin cerita.

Apa yang terucap
Bukan hati yang bicara.

Samstag, 20. Februar 2010

Acrostic Poem

Teman-teman... ini acrostic poem bikinan salah satu murid guru les gue... =) Pake nama gue lohh..... wakkaakakka.... XD ayo dibaca dan dikomen!

Special thanks to: Miss Yuli and Zulfikar Armandoko XD

JESSICA MARCELINE

Mittwoch, 27. Januar 2010

Doa Damai dari St. Fransiskus Asisi

Ya Tuhan, jadikanlah aku berguna, untuk melayani sesama manusia, yang hidup dan mati dalam kemiskinan dan kelaparan.

Berikanlah kepada mereka melalui tangan-tanganku, rezeki pada hari ini; dan melalui cinta kasihku, berilah kepada mereka rasa damai dan gembira di hati. 

Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai,

Dienstag, 27. Oktober 2009

- dari The Ninth Duino Elegy, Rainer Maria Rilke

Oh bukan karena kebahagiaan ada,
sehingga kebahagiaan yang terlalu cepat dirampas dari kehilangan yang mendekat.

Tapi karena berada di sini sangatlah berarti; karena segala yang ada di sini
tampaknya memerlukan kita, dunia yang berlalu dengan cepat ini, yang dengan aneh terus memanggil-manggil kita.
Kita, yang paling cepat berlalu.

... Ah, tapi apa yang mampu kita bawa
ke khazanah lain itu? Bukan seni untuk melihat, 
yang begitu lamban dipelajari, dan tak satu pun kejadian di sini.
Tak satu pun.

Kalau begitu, penderitaannya. Dan, melebihi semua itu,
perasaan berat,
dan pengalaman cinta yang panjang- hanya hal yang benar-
benar
tak bisa diucapkan.

(The Time Traveler's Wife - Audrey Niffenegger) XD

Freitag, 21. August 2009

Quotes...

Ini adalah quotes favorit gue dari sejumlah film yang gue tonton dan sejumlah buku yang gue baca (not in order) ... 

1.) "Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan, tapi mati muda. Dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Berbahagialah mereka yang mati muda." 
~ Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran, 22 Januari 1962 

2.) "Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan." 
~ Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran, 30 Juli 1968 

Donate Now!