Melanjutkan tulisan saya kemarin.
Ternyata oh, ternyata unek-unek ini
belum hilang juga.
Dari dulu saya paling anti sama
orang-orang yang sok-sokkan. Sok pinter, sok ganteng, sok asik. Walaupun
mungkin mereka sebenarnya memang pinter, ganteng dan asik, tapi kalau ditambah
'sok' langsung turun derajatnya jadi kasta paling rendah dalam penilaian saya.
Yang betulan pintar saja hilang pesonanya kalau sok, apalagi yang sok pintar,
tapi, well, sebenarnya bego. Ditambah
nggak mau kalah. Wah, sudahlah itu... Harga mati ill-feel sejagad raya.
Untuk mereka yang kampanye dengan
tidak sehat, alias isi kampanyenya hanya kritikan, sindiran, bahkan ejekkan ke
lawannya, ada yang mau saya tanyakan.
Apa yang sudah Anda lakukan bagi bangsa ini?
Bukan yang 'partai' Anda lakukan, tapi ANDA. Perubahan
besar itu selalu dimulai dari diri kita sendiri. Kalau kalian mengeluh
soal macet dan banjir di Jakarta, kemudian merasa gubernur baru DKI itu nggak
becus dan tidak tepati janji, sudahkan Anda melakukan sesuatu untuk
menanggulangi banjir dan macet itu? Dari yang simple saja deh, seperti buang sampah pada tempatnya dan naik
angkutan umum. Pernah dan maukah Anda desak-desakkan naik bus umum, supaya
mobil di jalan berkurang dan macet bisa dicegah?
