Donnerstag, 27. März 2014

Sudahkah Anda Berperan sebagaimana Mestinya Peran Anda?

Melanjutkan tulisan saya kemarin. Ternyata oh, ternyata unek-unek ini  belum hilang juga.

Dari dulu saya paling anti sama orang-orang yang sok-sokkan. Sok pinter, sok ganteng, sok asik. Walaupun mungkin mereka sebenarnya memang pinter, ganteng dan asik, tapi kalau ditambah 'sok' langsung turun derajatnya jadi kasta paling rendah dalam penilaian saya. Yang betulan pintar saja hilang pesonanya kalau sok, apalagi yang sok pintar, tapi, well, sebenarnya bego. Ditambah nggak mau kalah. Wah, sudahlah itu... Harga mati ill-feel sejagad raya.

Untuk mereka yang kampanye dengan tidak sehat, alias isi kampanyenya hanya kritikan, sindiran, bahkan ejekkan ke lawannya, ada yang mau saya tanyakan.

Apa yang sudah Anda lakukan bagi bangsa ini?

Bukan yang 'partai' Anda lakukan, tapi ANDA. Perubahan besar itu selalu dimulai dari diri kita sendiri. Kalau kalian mengeluh soal macet dan banjir di Jakarta, kemudian merasa gubernur baru DKI itu nggak becus dan tidak tepati janji, sudahkan Anda melakukan sesuatu untuk menanggulangi banjir dan macet itu? Dari yang simple saja deh, seperti buang sampah pada tempatnya dan naik angkutan umum. Pernah dan maukah Anda desak-desakkan naik bus umum, supaya mobil di jalan berkurang dan macet bisa dicegah?

Mittwoch, 26. März 2014

Cuap-Cuap Pemilu 2014: Pemikiran yang Terpendam

Judulnya tsahh... Hehehehe... Berikut adalah pendapat gue, menanggapi berbagai postings berbau pemilu di timeline.  
***
Ajang pemilihan umum tahun ini tampaknya cukup heboh, terutama di kalangan anak muda yang biasanya apatis tentang persoalan politik bangsa. Nggak kelewatan juga para Student/innen di Jerman ini. Sejak beberapa bulan belakangan, berbagai orang sibuk menge-post  berbagai artikel tentang pemilu di jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Untuk para perantau seperti saya, group FB PPI Jerman menjadi salah satu sumber utama tentang pemilu 2014. Awalnya saya antusias juga karena tahun ini adalah kali pertama saya berkesempatan untuk ikutan nyoblos. Tapi, lama kelamaan saya emosi sendiri akan banyaknya postingan yang bias dan tidak akurat.

Sebagian orang membagi informasi teknis tentang tata cara pemilu dan saran/anjuran memilih yang benar. Sebagian lagi bertingkah seperti "agen" kampanye beberapa partai tertentu. Kelompok kedua ini yang bikin saya naik darah.

Dimulai dengan share grafik presentase jumlah koruptor dari setiap partai. Tentu saja partai idaman mereka berada di urutan paling bawah. Kemudian data tersebut dibuktikan tidak akurat dan sumbernya tidak terpercaya. Dilanjutkan dengan share segala macam berita tentang partainya yang terlalu dibesar-besarkan. Terakhir sedikit-sedikit mereka menjelek-jelekkan oposisi partainya.

Oleh karena itu, saking saya sudah lama memendam pemikiran ini, saya mau nulis tentang pemilu juga. Berikut adalah pendapat saya berkaitan dengan hal-hal berbau pemilu yang selalu berkeliaran di timeline saya.

Partai mengusung agama tertentu
Ini hal yang sensitif. Saya pribadi tidak setuju kalau agama dikaitkan dengan politik, apalagi Indonesia bukan negara berdasarkan agama tertentu. Agama itu suci, sedangkan politik itu kotor.

"Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindar lagi, maka terjunlah." (Soe Hok Gie - Catatan Harian Seorang Demonstran)

Politik adalah ajang berebut posisi dan kekuasaan. Haruskah hal seperti itu dicampur dengan agama yang jelas-jelas mengajarkan kasih dan berbagi? Tidak perlu munafik, dalam praktik dan kenyataannya lebih sering terjadi agama dijadikan alasan untuk perebutan kekuasaan (bahkan dengan perang dan kekerasan), daripada terjadinya politik yang sifatnya mengalah dan mengasihi.

Freitag, 21. März 2014

Isn't She Lovely - Stevie Wonder

Isn't she lovely
Isn't she wonderful
Isn't she precious
Less than one minute old
I never thought through love we'd be
Making one as lovely as she
But isn't she lovely made from love

Isn't she pretty
Truly the angel's best
Boy, I'm so happy
We have been heaven blessed
I can't believe what God has done
Through us he's given life to one
But isn't she lovely made from love

Isn't she lovely
Life and love are the same
Life is Aisha
The meaning of her name
Londie, it could have not been done
Without you who conceived the one
That's so very lovely made from love


Source: http://www.azlyrics.com/lyrics/steviewonder/isntshelovely.html





Donnerstag, 20. März 2014

Kadang

Kadang benci dengan benak ini

Yang terus menolak lupa

Kadang benci dengan hati ini

Yang terus merasa

Padahal benak telah berkata jangan

Padahal luka masih berbekas

Kadang benci dengan mata ini

yang terus mencari dalam tiada

Membelalak lebar untuk melihat yang tidak ada

Kadang benci dengan lidah ini

yang terkunci ego, tak berani teriakan hati

Kadang benci dengan aku

yang terlalu pengecut untuk menatap esok

dan terus mendamba dulu


Lübeck, 20 Maret 2014




Barney Stinson's Logic

Lilly : Well, what do you want, then?

Barney  :

I don't know... I just wanna be with her... all the time.
I wanna hear about her day, tell her about mine...
I wanna hold her hand... smell her hair.
But I don't wanna be her stupid boyfriend!

-How I Met Your Mother, Season 4 Episode 1, "Do I know You?"

Sonntag, 16. März 2014

Hari Ini Lagi

Akhirnya, hari ini lagi.

Sebenernya pengen merenungkan perjalanan hidup 21 tahun gue ini. Penyesalan-penyesalan, kesusahan, senang-senangnya, achievements... Semua. Tapi, kalau demikian kok rasanya gue bakal galau ya? Jadi, gue bakal nyampah aja semaunya, nggak pakai tema, dll.

Beberapa hari sebelumnya, gue ingin memberi hadiah buat diri sendiri. Hal ini biasa gue lakukan tiap ulang tahun, tapi tahun ini agak beda. Dibandingkan benda material, hadiah yang ingin gue beri untuk gue sendiri adalah something new yang nggak pernah gue lakukan sebelumnya, yaitu belajar dandan.

Silahkan tertawa.

Keluarga gue mayoritas perempuan. Sepupu-sepupu gue jago dandan, gue pakai eyeliner sendiri aja baru pertama kali seumur hidup. Jujur gue nggak pernah merasa perlu-perlu amat dandan. I mean, mau ke mana dan ngapain gue pake dandan-dandan segala? Apalagi kalau udah mulai kuliah, makan dan tidur aja cari waktunya mengais-ngais tanah.

Jadi, kenapa SEKARANG gue belajar dandan?

Samstag, 1. März 2014

Tentang Luka

Ibarat seorang anak yang sobek dahinya akibat jatuh dari sepeda kesayangannya. 

Butuh waktu sampai luka sobek itu berhenti mengeluarkan darah, kering dan menutup. 
Butuh waktu juga untuk hilang rasa sakitnya.
Butuh waktu lebih lama untuk menghilangkan bekasnya yang tersisa. 

Bekas luka itu bisa memudar, mengecil, hilang sama sekali.
Ia bisa juga tetap di sana. 
Memudar, hampir tak tampak, tapi ada. 

Ketika luka menganga telah kering dan menutup.
Ketika darahnya tak lagi menetes, ketika air mata menahan sakit tak lagi tercurah.
Dan ketika bekas lukanya tak lagi menyebabkan sakit, memudar, tak tampak, atau hilang sama sekali. 

Butuh waktu jauh lebih lama lagi untuk sang anak kembali menggoes sepeda kesayangannya. 

Lübeck, 1 Maret 2014

Donate Now!