Sebenernya, gue udah ogah nulis
tentang Pemilu lagi. Toh, udah ketahuan siapa yang menang tanggal 22 Juli
kemarin: JOKO WIDODO. (Yay! Selamat bertugas, Pak!) xDDD
Terserah sih kalau masih ada
pihak yang belum mau menerima kekalahan dan masih mau menggugat sana-sini; mau
digugat ke MK atau sampai pengadilan akhirat pun, TERSERAH.
Akan tetapi, berita akhir-akhir
ini mulai bikin emosi lagi. Intinya tetap sama sih... Gue nggak ngerti jalan
pikir "mereka". Yang membuat susah adalah gue ini 100% dukung Jokowi,
jadi segala opini gue pasti berpihak. Jadi, tanpa maksud mengarahkan atau
menggurui siapa pun, tulisan ini murni unek-unek gue aja.
Pertama nih ya, kalau mereka
fitnah Jokowi, kemudian para pendukung Jokowi mengklarifikasi, dibilang Jokowi
nggak suka dikritik. Tapi, kalau gantian Prabowo yang, katakanlah cuman dipertanyakan
kejelasan masalah penculikan aktivis 1998 dan kenapa nggak ada kelanjutan hukumnya,
dibilang mengungkit-ungkit masa lalu dan fitnah juga. Jadi, kesimpulannya kalau
mereka tebar fitnah ke Jokowi, itu kritik; kalau rakyat mempertanyakan
kebersihan riwayat hidup Prabowo, itu fitnah.
