Kadang benci dengan benak ini
Yang terus menolak lupa
Kadang benci dengan hati ini
Yang terus merasa
Padahal benak telah berkata jangan
Padahal luka masih berbekas
Kadang benci dengan mata ini
yang terus mencari dalam tiada
Membelalak lebar untuk melihat yang tidak ada
Kadang benci dengan lidah ini
yang terkunci ego, tak berani teriakan hati
Kadang benci dengan aku
yang terlalu pengecut untuk menatap esok
dan terus mendamba dulu
Lübeck, 20 Maret 2014

Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen