Ada satu masa, dimana inspirasi selalu datang tanpa diminta
Saat tangan menari lembut di atas kertas,
senada dengan hati dan pikiran
Saat apa yang bibir
tak dapat ucap, diungkap aliran tinta,
membentuk baris demi baris kata dan kalimat
Ada satu masa, dimana hanya manis terasa
Saat ada bahu untuk bersandar
Saat ada telinga yang selalu mendengar
Ada satu masa, dimana semua perlahan berubah
Saat mata tak lagi melihat
Saat bibir tak lagi mau bicara
Saat tulisan tak lagi mampu tarikan tarian hati
Saat pengertian berbalik arah, memendam rindu, mengubur rasa
Kita terlalu sibuk untuk mengerti yang tak terucap
Hingga yang ada tak lagi terkecap
Apa yang kita punya memang harus dijaga
Tapi bukan dalam peti emas berkunci perak, lalu ditinggal
sendiri
menunggu dibuka saat raga ini kembali
Harusnya ia didekap dekat dengan hati,
agar ia terus tumbuh hingga sulur-sulurnya menjalin,
menghubungan jarak di antara dua hati dalam satu ikatan mati
Hingga tak perlu lagi saling tunggu
karena aku selalu denganmu
Lübeck, 31 Juli
2013
