"A piece of gold, a pile of dirt. Which is more useful?" A master asked one of his disciples. "A piece of gold, of course," said the disciple. The master asked back, "But to a seed?"
(From the movie: "Shaolin")
 |
| Recommended movie :D |
Beberapa hari terakhir, gue suka nonton film silat bareng-bareng cici gue. Dari sekian banyak judul, akhirnya kita nonton juga film keluaran tahun 2011 berjudul Shaolin (Andy Lau, Jackie Chan, Nicholas Tse). Gue udah pernah nonton film ini di biskop waktu di Indo sebenernya, cuman berhubung kita berdua (gue dan cici) lagi kesemsem sama film silat, jadinya gue nonton lagi.
Cuplikan percakapan di atas buat gue dan cici gue itu 'ngena' banget.
A piece of gold or a pile of dirt. Siapapun kalau ditanya mana yang lebih berharga, pasti jawab emas. Tapi, untuk satu buah biji, tanah lebih berharga. Tanpa tanah, biji tersebut nggak bisa hidup.
Pesan yang bisa kita tangkap adalah bahwa semua orang punya peran tersendiri dalam hidupnya. Istilahnya, sampah aja bisa jadi pupuk. Kalau kita, setiap individu, punya peran berbeda yang dikasih sama Tuhan, untuk apa kita membanding-bandingkan diri dengan yang lain?
Sebenernya, udah beberapa lama ini, rasa percaya diri gue berkurang drastis. Rasanya gue jadi rada anti sosial dan lebih nyaman kalau sendirian. Padahal, manusia itu kan makhluk sosial, butuh interaksi dengan orang lain. Susahnya, di sini kalau mau berinteraksi dengan orang lain itu butuh usaha ekstra. Dengan bahasa yang udah beda, ditambah kultur dan pola pikir yang juga beda, ke-pede-an gue untuk berinteraksi hampir menyentuh tanah. Rasanya gue takut sama manusia.