Sebuah Puisi
Oleh: Jessica Marceline
Jengah aku menanti senja dikala kelabu kelam membayang
Elok purnama diredam awan, hanya gulita merasuk, masuk
Siapa itu berlari di
pandang? Walau beku menoreh
tulang
Sepi, hanya sunyi mengucap, berseru menggetar rusuk
Ilalang menari tertiup angin, berdansa ia dengan kumbang
Cangkang jiwa terhempas lalu retak, dirajam letih, ditikam resah menusuk
Aku ingin angin terbangkan mega! Bukan menggoyang alang
Mazmur cendana ingin kudengar! Bukan sepi mengguruh maruk
Racau diri menggaung sedih, menggema lirih, melebur harap
Cinta dan cita bertemu di bawah
gantang
Entah bagaimana
Lalu mengapa?
Indahkah waktu berkata? Saat putus diambil sudah
Nista ini bermuka dua! Walau tungkai lari acuhkan semua dan lidah berujar
tegas
Elak hati ingin kembali, tinggalkan asa untuk tetap di sini

Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen