Samstag, 3. September 2011

Puisi Akrostik


Sebuah Puisi
Oleh: Jessica Marceline


Jengah aku menanti senja dikala kelabu kelam membayang
Elok purnama diredam awan, hanya gulita merasuk, masuk
Siapa itu berlari di pandang? Walau beku menoreh tulang
Sepi, hanya sunyi mengucap, berseru menggetar rusuk
Ilalang menari tertiup angin, berdansa ia dengan kumbang
Cangkang jiwa terhempas lalu retak, dirajam letih, ditikam resah menusuk
Aku ingin angin terbangkan mega! Bukan menggoyang alang

Mazmur cendana ingin kudengar! Bukan sepi mengguruh maruk
Api emosi tersulut gundah, tirta di pelupuk tergenang
Racau diri menggaung sedih, menggema lirih, melebur harap
Cinta dan cita bertemu  di bawah gantang
Entah bagaimana
Lalu mengapa?

Indahkah waktu berkata? Saat putus diambil sudah
Nista ini bermuka dua! Walau tungkai lari acuhkan semua dan lidah berujar tegas
Elak hati ingin kembali, tinggalkan asa untuk tetap di sini





Tangerang, 22 Maret 2011

Keine Kommentare:

Donate Now!