Dienstag, 1. Februar 2011

Puisi AADC

Gue ngefans banget sama beberapa bait puisi berikut... Note ini hanya untuk berbagi dengan mereka yang berpikiran romantis juga =)

I.

Ketika tunas ini tumbuh,
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terembus adalah kata

Angin, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu

Maka apa terucap
Adalah sabda pendita ratu
Ahh.... di luar itu pasir
Di luar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada

Tapi, kita tetap menari
Menari cuma kita yang tahu
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa

Semua
Karena
Kita 
Adalah
Satu

II.

Kulari ke hutan
Kemudian menyanyiku

Kulari ke pantai
Kemudian teriakku

Sepi... sepi dan sendiri
Aku benci
Ingin bingar aku mau dipasang
Bosan aku dengan penat
Enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika
Kusendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
Biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan
Belok ke pantai

III.

Perempuan datang
Atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga

Adalah wajahmu
Seperti bulan lelap 
Tidur di hatimu
Yang ebrdinding kelam dan kedinginan

Ada apa dengannya?

Meninggalkan hati untuk dicaci

Baru sekali ini aku melihat karya surga
Dalam mata seorang hawa

Ada apa dengan cinta?

Tapi, aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya

Bukan untuknya
Bukan untuk siapa

Tapi, untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja

P.S:
Bayangkan ada cowok yang bikin puisi kayak gini!!! 

Keine Kommentare:

Donate Now!