Gue ngefans banget sama beberapa bait puisi berikut... Note ini hanya untuk berbagi dengan mereka yang berpikiran romantis juga =)
I.
Ketika tunas ini tumbuh,
Serupa tubuh yang mengakar
Angin, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap
Adalah sabda pendita ratu
Ahh.... di luar itu pasir
Di luar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi, kita tetap menari
Menari cuma kita yang tahu
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa
Semua
Karena
Kita
Adalah
Satu
II.
Kulari ke hutan
Kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai
Kemudian teriakku
Sepi... sepi dan sendiri
Aku benci
Ingin bingar aku mau dipasang
Bosan aku dengan penat
Enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika
Kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
Biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan
Belok ke pantai
III.
Perempuan datang
Atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga
Adalah wajahmu
Seperti bulan lelap
Tidur di hatimu
Yang ebrdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya?
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga
Dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta?
Tapi, aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi, untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja
P.S:
Bayangkan ada cowok yang bikin puisi kayak gini!!!

Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen