Sonntag, 26. Juni 2016

Entahlah

Ihiy, akhirnya ada mood nulis lagi. "Setelah" yah... setelah satu-satu urusan gue selesai. Uhyeah.
So, sambil diiringi Afgan di Spotify... here's a piece of my mind.

What is the one thing you could die for?

Pernah kah pertanyaan tersebut mampir di pikiran? It shows up in my mind sometimes.

Sejujurnya, ketika pertanyaan itu muncul di kepala dan gue nggak bisa jawab, I feel sad. I feel like I don't have sincerity.

Jangankan untuk sesama, buat keluarga dan teman terdekat pun gue nggak berani jawab bisa.

Nggak kebayang kalau gue hidup di jaman perang, yang setiap hari nyawa terancam. I really hope I wouldn't come into such situation, where I have to choose between mine and others' lives. Takutnya gue bikin keputusan yang bikin benci diri sendiri.
Donate Now!