Huft.
Lagi-lagi, sebagai manusia rada aneh, mood gue kebalik 180 derajat dalam hitungan detik.
Bingung mau ngapain, tapi butuh pelampiasan. So, here I am.
Layangan putus. Masih kelihatan, walaupun jauh, tapi nggak bisa tergapai. Apa yang lo rasakan waktu liat layangan lo putus dan terbang ketiup angin? Milik lo terbang menjauh dan yang bisa lo lakukan hanya menatapnya menjauh. Mengecil dan akhirnya hilang tertutup awan.
Apa yang harus lo lakukan?
Kemana angin membawanya pergi? Ke mana layangan itu akhirnya akan berhenti terbang, dan jatuh ke tanah? Atau tersangkut di pohon? Mungkinkah, dari sedikit peluang yang ada, angin malah akan meniupnya kembali ke tangan lo?
So what? Itu cuman layangan!! Banyak yang lain. Lo bisa dapat dengan mudah layangan yang lain. Yang baru, lebih bagus. Yang punya ekor panjang dan berwarna indah. Tapi, apa daya. Layangan yang putus itu, lo bikin dengan tangan lo sendiri.
Mulai dari meraut bambunya, mengukur, mengikat dengan benang, sampai akhirnya layangan itu bisa terbang. Layangan bikinan lo nggak sebagus kalo beli. Badannya cuman dari plastik kresek, layangan itu nggak punya ekor panjang yang meliuk-liuk indah tertiup angin. Warnanya pun bukan yang terindah.
Lo memandang layangan itu terbang menjauh, benang yang menahannya terjuntai lemas dalam genggaman sebelum akhirnya luruh ke tanah. Kemudian lo melihat tangan lo. Ada luka goresan di sana. Masih merah. Bekas tergores bambu yang lo belah. Bekas usaha lo membuat layangan, bukan layangan yang terbaik yang ada di dunia. Bukan. Tapi, lo sendiri yang tahu apa maknanya.
Apa yang akan lo lakukan??
Lagi-lagi... bukan cuman midnight error mode yang on, tapi juga bad mood mode: ON!! =(

Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen