Mittwoch, 23. Januar 2013

Kerja untuk Tuhan


Tiba-tiba saja gue keinget sama percakan kecil di kelas 2D-Design dulu. Dosen gue adalah seorang profesor design pertama di Indonesia (cukup 'wah' kan... xD).  Berhubung gue punya interest banget sama seni, gue suka aja ngobrol sama beliau dan dengar cerita-ceritanya. Nggak perlu 100% sesuai dengan silabus semesteran, tapi kisah hidup beliau sendiri seru buat disimak. Apalagi koleksi-koleksi seni yang dimiliki Pak Yongki ini. Beliau punya ratusan slide lukisan dari jaman dulu banget sampe seni-seni komtemporer. Gue sempet ditunjukin slide-slide tersebut.

Pelajaran dengan beliau sedikit banyak semakin memantapkan gue untuk belajar sejarah seni, walaupun sekarang jalurnya harus muter dikit dan nggak bisa pake jalan tol. Keinginan untuk belajar itu masih ada sampai sekarang.

Karena penasaran, pada suatu kesempatan, gue mengajukan sebuah pertanyaan kepada Pak Yongki.

"Pak, kenapa sih, seniman-seniman sekarang itu kalau bikin karya susah dimengerti dan bentuknya aneh-aneh. Yang nggak berbentuk dibilang seni. Sedangkan kalau kita lihat karya orang jaman dulu, seperti Leonardo Da Vinci, Bernini, dan sebagainya. Lukisan dan patung karya mereka itu bikin ternganga." (Oke, kalimat aslinya nggak seberpendidikan ini. Tapi intinya begitulah.)

Jawaban beliau singkat, padat, dan gue ingat sampai sekarang.

"Karena mereka (seniman jaman dulu) bekarya untuk Tuhan."

Dan memang benar. Coba deh diperhatikan, hampir semua cabang seni diciptakan pada mulanya untuk puji-pujian kepada Yang Maha Kuasa. Tarian, lagu, ukiran, lukisan, dan sebagainya. Di belahan dunia manapun sama.

Ya, setiap seniman memang bebas untuk menyalurkan idenya kebentuk apapun, dengan cara apapun, tapi sebagai mata awam mana yang bagus itu menurut gue jelas banget.

St. Theresa in Ecstasy by Giolorenzo Bernini (1652)

King and Queen by Giuseppe Pongolini


Tujuan gue cerita ini cuman untuk share, bahwa hasil kerja untuk Tuhan itu begitu indah. :)

Makanya, gue juga mau belajar dan terus usaha untuk kerja bagi Tuhan. Prost!

Keine Kommentare:

Donate Now!