Selama kira-kira 1,5 tahun saya masuk ke
Kepengurusan PPI Jerman 2015-2017 dan sudah dibebastugaskan akhir April 2017
kemarin. Saya diberi tanggung jawab sebagai koordinator Divisi Humas dan Informasi.
Tugas utama divisi ini pada dasarnya adalah menyebarluaskan informasi dan
menjawab berbagai pertanyaan dari email dan media sosial lainnya. Pertanyaan
yang paling sering adalah mengenai studi di Jerman: Bagaimana cara mendaftar,
mencari universitas, berapa biaya hidup per bulan, dan lain sebagainya. Semuanya
adalah hal-hal teknis, birokrasi dan administrasi.
Here’s what I’m going to say.
Ada BANYAK hal lain yang harus kalian beri
perhatian khusus. Ini berlaku untuk semua yang tertarik untuk merantau dan
studi di Jerman atau luar negeri lainnya. Satu yang paling penting buat saya
adalah KEMANDIRIAN. Tolong coba direfleksikan sebelum heboh soal administrasi,
UN atau lain-lainnya. Apakah Anda mampu mengurus diri Anda sendiri?
Mandiri bukan hanya berarti makan dan mandi sendiri. NEIN. Berikut hal-hal yang
menurut saya cukup penting untuk diperhatikan dan dilatih sebelum merantau ke
negeri orang.
1. Memasak
Berbahagialah
kalian yang mampu beli makanan tiga kali sehari, instead of masak sendiri. Tapi buat yang memilih hidup hemat,
memasak sendiri makanan kalian akan sangat meringankan pengeluaran bulanan.
Memasak di Jerman memang kelihatannya lebih mudah karena begitu banyak macam
pilihan makanan instan yang tinggal dipanggang atau dihangatkan. Berbeda dengan
Indonesia, dimana kata makanan instan identik dengan „mie instan“, di Jerman
ada juga pizza instant sampai daging saus asam-manis yang tinggal dihangatkan
dari kemasan. Akan tetapi, jangan lupa juga pentingnya makan-makanan sehat
bukan hanya enak dan gampang. Sakit saat merantau itu nggak mudah dan pergi ke
dokter di sini nggak semudah di Indonesia.
2. Menjaga
kebersihan
Sudahkah kalian
terbiasa membersihkan kamar kalian sendiri? Menyapu, mengepel, mengelap, dan
lain sebagainya. Di sini kalian juga mungkin harus membersihkan dapur dan kamar
mandi sendiri, termasuk toiletnya. Penting juga untuk teratur mengganti sprei
dan sarung bantal-selimut plus handuk. Menjaga kebersihan bukan berarti cukup
hanya dengan mandi teratur. Penting
juga mencuci piring yang bersih dan buang sampah pada tempatnya. Apalagi kalau
tinggal di apartment bersama yang harus berbagi dapur dan kamar mandi. Ada
baiknya membuat jadwal piket dan disiplin diri melaksanakan kewajiban. Selama
kalian tidak mampu membayar pembantu di Jerman, jangan hidup seenaknya.
3.
Membaca
peraturan
Jerman memiliki banyak peraturan
tertulis karena masyarakatnya telah terbiasa dengan membaca. Berbeda dengan
orang Indonesia yang terbiasa bertanya dan tidak berusaha mencari tahu lebih
dahulu (terbukti dari banyaknya pertanyaaan umum tentang studi di Jerman yang
sebenarnya dapat dicari tahu sendiri, apalagi di era internet seperti sekarang).
Mengapa? Karena bertanya lebih mudah. Simple
as that! Di Jerman untuk membeli tiket trasnportasi umum di mesin otomatis
saja ada sederet tahapan dan petunjuk yang harus diikuti. Ada baiknya kalian
biasakan diri membaca peraturan yang ada DAN mengikutinya. Jangan hanya dibaca
dan kemudian tidak melakukan apa-apa. Memang tidak selalu akan ada yang menegur
atau mengomeli, tapi biasakanlah sadar diri dan menaati peraturan yang berlaku
di setiap tempat. When in Rome the Romans
rules!
Sekiranya itu 3 hal paling penting yang menurut
saya perlu diperhatikan selain dokumen-dokumen pengajuan visa dan uang jaminan.
Jangan sampai jauh-jauh ke Jerman hanya untuk merepotkan orang lain, apalagi
sampai membangun stereotip tentang orang Indonesia yang tidak tahu aturan.
Memang penting untuk mempertahankan karakter dan budaya Indonesia, pun di luar
negeri. Tapi jangan sampai lupa untuk menghormati dan menghargai juga budaya
negara di mana kita tinggal. Respect to
be respected!
Prost!
Berlin, den 04. Mai 2017

Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen