Selama ini kalau ada yang
bertanya ke gue, kenapa gue pilih jurusan arsitektur, jawaban gue adalah karena
gue suka seni dan karena gue kuliah di Jerman, gue merasa sayang banget kalau
ilmu teknik-nya nggak 'dicuri'. Jadilah satu-satunya bidang teknik yang menyentuh
seni hanya arsitektur. Puji Tuhan sampai detik ini gue masih bisa kuliah dengan
bahagia, walaupun tugasnya menakutkan dan sering membuat hati mau menyerah.
Impian gue adalah, kalau gue
sudah jadi arsitek yang punya pengalaman dan kalau gue sudah punya modal, ada
tiga hal yang harus gue bangun sendiri: rumah untuk Mama, gereja, dan bakery/cafe.
Udah, itu saja.
Gue nggak mimpi untuk bangun
gedung pencakar langit atau jembatan raksasa.
Dari awal pun gue sudah
memutuskan untuk jadi arsitek yang khusus membangun rumah tinggal. Kenapa?
Karena menurut gue rumah tinggal kita itu lebih penting dari pada gedung
tinggi. Rumah adalah tempat seorang anak tumbuh dewasa, tempat semua orang
pulang dan melepas lelah, tempat sebuah keluarga menghabiskan waktu bersama.
Rumah adalah bangunan pertama bagi semua orang. Karenanya, gue mau bangun rumah-rumah
indah yang nyaman, sekaligus melindungi.
Kemudian gue mau bangun gereja.
Walaupun sekarang-sekarang ini banyak isu-isu negatif tentang susahnya
membangun gereja di Indonesia, gue berharap di masa depan itu semua akan
dipermudah. Alasan gue mau bangun gereja adalah karena janji pribadi gue sama
Tuhan. Seperti gue mau membangun rumah yang indah buat keluarga gue, seperti
itu pula gue mau membangun rumah Tuhan. Sebagai balas budi kepada orang tua
gue, sebagai persembahan gue untuk Tuhan.
Di dunia ini hanya ada empat hal
yang bisa gue lakukan sampai lupa waktu: nonton, baca, masak, dan menggambar.
Dengan empat hal ini lah gue merasa bisa mengisi hari-hari sendiri gue. Maka
yang selanjutnya mau gue bangun adalah untuk sebuah bakery/cafe yang temanya
mencangkup keempat hal itu, ditambah unsur traveling,
karena kalau gue udah mapan nanti gue akan banyak jalan-jalan. Sampai sekarang
dalam hati gue sama sekali nggak ada unsur bisnis atau cari untung
sebesar-besarnya. Punya bakery/cafe ini benar-benar keinginan hati pribadi,
untuk kepuasan sendiri. Walaupun kalau sukses, tentunya bagus juga. ^^
Itu adalah impian material gue.
Mimpi gue selanjutnya adalah gue
ingin orang tua gue bangga sama gue. Gue mau Mama bisa menyebut nama gue ke
teman-temannya dengan kepala tegak. Gue mau kalau nanti suatu saat ketemu Papa,
Papa bisa bilang lagi, "Hebat, anak Papa" seperti dulu, waktu Papa
menerima rapor nilai gue pertama kali. Gue mau, setelah studi gue kelar dan gue
udah mapan, gue bisa kasih apa pun yang Mama mau. Semua yang selama ini ia
tahan demi gue dan saudara-saudara gue.
Makadari itu, mohon doanya semua ^^. Semoga gue bisa mewujudkan mimpi ini satu-persatu. AMIN.

Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen