Dienstag, 12. November 2013

Mimpi

Selama ini kalau ada yang bertanya ke gue, kenapa gue pilih jurusan arsitektur, jawaban gue adalah karena gue suka seni dan karena gue kuliah di Jerman, gue merasa sayang banget kalau ilmu teknik-nya nggak 'dicuri'. Jadilah satu-satunya bidang teknik yang menyentuh seni hanya arsitektur. Puji Tuhan sampai detik ini gue masih bisa kuliah dengan bahagia, walaupun tugasnya menakutkan dan sering membuat hati mau menyerah.

Impian gue adalah, kalau gue sudah jadi arsitek yang punya pengalaman dan kalau gue sudah punya modal, ada tiga hal yang harus gue bangun sendiri: rumah untuk Mama, gereja, dan bakery/cafe.

Udah, itu saja.


Gue nggak mimpi untuk bangun gedung pencakar langit atau jembatan raksasa.

Dari awal pun gue sudah memutuskan untuk jadi arsitek yang khusus membangun rumah tinggal. Kenapa? Karena menurut gue rumah tinggal kita itu lebih penting dari pada gedung tinggi. Rumah adalah tempat seorang anak tumbuh dewasa, tempat semua orang pulang dan melepas lelah, tempat sebuah keluarga menghabiskan waktu bersama. Rumah adalah bangunan pertama bagi semua orang. Karenanya, gue mau bangun rumah-rumah indah yang nyaman, sekaligus melindungi.

Kemudian gue mau bangun gereja. Walaupun sekarang-sekarang ini banyak isu-isu negatif tentang susahnya membangun gereja di Indonesia, gue berharap di masa depan itu semua akan dipermudah. Alasan gue mau bangun gereja adalah karena janji pribadi gue sama Tuhan. Seperti gue mau membangun rumah yang indah buat keluarga gue, seperti itu pula gue mau membangun rumah Tuhan. Sebagai balas budi kepada orang tua gue, sebagai persembahan gue untuk Tuhan.

Di dunia ini hanya ada empat hal yang bisa gue lakukan sampai lupa waktu: nonton, baca, masak, dan menggambar. Dengan empat hal ini lah gue merasa bisa mengisi hari-hari sendiri gue. Maka yang selanjutnya mau gue bangun adalah untuk sebuah bakery/cafe yang temanya mencangkup keempat hal itu, ditambah unsur traveling, karena kalau gue udah mapan nanti gue akan banyak jalan-jalan. Sampai sekarang dalam hati gue sama sekali nggak ada unsur bisnis atau cari untung sebesar-besarnya. Punya bakery/cafe ini benar-benar keinginan hati pribadi, untuk kepuasan sendiri. Walaupun kalau sukses, tentunya bagus juga. ^^

Itu adalah impian material gue.

Mimpi gue selanjutnya adalah gue ingin orang tua gue bangga sama gue. Gue mau Mama bisa menyebut nama gue ke teman-temannya dengan kepala tegak. Gue mau kalau nanti suatu saat ketemu Papa, Papa bisa bilang lagi, "Hebat, anak Papa" seperti dulu, waktu Papa menerima rapor nilai gue pertama kali. Gue mau, setelah studi gue kelar dan gue udah mapan, gue bisa kasih apa pun yang Mama mau. Semua yang selama ini ia tahan demi gue dan saudara-saudara gue.

Makadari itu, mohon doanya semua ^^. Semoga gue bisa mewujudkan mimpi ini satu-persatu. AMIN.

Keine Kommentare:

Donate Now!