Percaya atau nggak, banyak hal yang bisa terjadi di angkutan kota. Mulai dari yang menyeramkan sampai yang lucu-setengah-mati-sampai-ketawa-ngakak-sakit-perut. Banyak temen gue yang nggak berani angkot atau nggak boleh naik angkot. Alasannya adalah sebagai berikut:
-panas
-tukang ngetem
-banyak copet
-takut
-de el el.
Masalah 'panas' emang bener, karena secara angkot nggak pernah nyalain Air Conditioner atau AC. Kalau lo pada pernah liat angkot yang punya AC dapat dipastikan itu mobil baru, karena sebagian besar angkot punya lubang besar di dasbornya yang, konon, merupakan tempat AC berada. Ada kalanya sebuah angkot punya AC dan AC itu rusak, jadi sama aja. Tapi, tidak semua angkot nggak modal seperti itu. Cici gue pernah naik angkot di Jakarta yang ber-AC. (Wow!)
Masalah 'tukang ngetem' juga amat sangat benar. Ada sejumlah oknum sopir angkot yang sukanya jalan kalau mobilnya sudah benar-benar penuh, kalau perlu sampai ada yang duduk di atap. Sopir yang begini yang amat menyabalkan. Mereka menjalankan mobilnya dengan gigi 1 dan berhenti di setiap gang dan tikungan yang bisa dijumpai untuk mencari penumpang. Kalau perlu, mereka bisa berhenti di depan mini market dan menunggu orang yang sedang berbelanja di dalamnya keluar. Tapi, jangan salah. Ada hitam, ada putih. Ada iblis, ada malaikat. Ada yang cantik, ada yang jelek. Dunia ini penuh keseimbangan, Kawan. Ada sopir angkot yang 'lelet', tapi ada juga yang tukang ngebut. Sopir yang ngebut kadang membuat kita lebih cepat sampai tujuan, tapi terkadang membuat kita was-was juga, tujuan manakah yang akan kita capai? Tujuan kita atau tujuan akhir manusia? Yang manapun, kita tetap harus berhati-hati.
Nah, kalau 'banyak copet', gue nggak menyangkal kalau MEMANG ada copet karena cici dan nyokap gue sendiri pernah menjadi korbannya. Banyak trik-trik yang dipake para pencopet ini, mulai dari pura-pura muntah, sakit, ngejatohin koin atau korek api, dan sebagainya. Bahkan, menurut pengalaman temen gue sendiri, ada yang pura-pura ayan sampai mulutnya belepotan iler. Untuk yang ini gue cuman bisa bilang selalu waspada setiap saat, nggak cuman di angkot, tapi di mana saja karena kata Bang Napi: WASPADALAH! WASPADALAH!!!
Kalau beberapa alasan tadi membuat lo 'takut' naik angkutan umum, gue punya beberapa kejadian yang terjadi selama pengalaman gue sabagai penumpang angkutan umum dari angkot, bus patas, sampai transjakarta yang mungkin cukup menghibur dan membuat gue berpikir, suasana kendaraan umum seperti ini nggak mungkin ditemukan di tempat lain selain Indonesia. Pemerintah mungkin bisa mulai mempromosikan kendaraan-kendaraan umum ini untuk pariwisata seperti 'double dekker' di Inggris. Kejadian-kejadian itu adalah:
1. Live Music
Seperti yang kita tahu, setiap naik bus umum kita selalu disajikan live music atau yang lebih dikenal dengan pengamen. Beberapa kali gue naik bus ke Jakarta dan gue cukup banyak bertemu berbagai macam pengamen. Sebagian besar bawa gitar, tapi ada juga yang bawa kecrekan dari botol diisi pasir. Beberapa pengamen kadang menyebalkan terutama kalau pengamen itu bersuara kaleng rombeng atau menyanyikan lagu-lagu 'alay' seperti ST12 dan Kangen Band (I hate them! Percaya atau nggak survey gue menyatakan lagu-lagu itu banyak di temukan di angkutan umum) atau berdiri mantatin gue di bus yang sesak. Namun, dari sekian banyak pengamen yang gue temui ada satu yang berkesan banget buat gue. Pengamen itu nggak nyanyi atau main gitar, tapi dia main BIOLA dan 3 lagu yang dimainkannya adalah Mujizat Itu Nyata, satu lagu klasik (gue lupa judulnya), dan satu lagu biasa (lupa judul juga). Pengamen itu bikin gue terpana kagum banget. Sejak itu gue sadar seberapapun mengganggunya pengamen-pengamen itu, mereka cukup menghibur di dalam bus. Dan sejak itu juga, gue jadi lebih menyimak pengamen-pengamen yang naik ke bus yang gue naiki. Siapa tahu ada bakat-bakat terpendam lagi.
2. Penjual Asongan
Yang biasa dijual di atas bus itu biasanya minuman dingin (aqua, mijon, dll) dan snack (tahu goreng, telur puyuh, dll). Tapi, ada beberapa benda jualan lain yang cukup menarik dan membuat kita pengen beli. Gue pribadi sangat menanti penjual permen jahe dan kacang oven (murah dan enak, wajib coba). Beberapa dari benda-jualan-menarik adalah: pulsa handphone, aksesoris, buku, alat pijat listrik, lem super, dll. Dari semua, yang menarik gue adalah alat pijat listrik. Harganya cuman 10rb rupiah dan kita dapat kursus kilat cara mengerok dan memijat yang benar (Lumayan..). Barang jualan inilah yang selalu gue perhatiin di bus karena harganya yang amat murah dan kadang sangat unik, serta menarik.
3. Betapa Modalnya Angkot Ini...
Yang ini khusus angkot. Ada beberapa angkot yang pernah gue naikin yang membuat gue tercengang. Untuk sekilas info, seperti yang kita tahu banyak angkot yang didandani sopirnya hingga mendekati norak (mulai dari speaker gede di belakang atau lampu warna-warni mirip diskotik, bahkan langit-langit angkot yang diberi poster), itu semua karena memang ada perlombaan di kalangan sopir angkot dimana pemenangnya adalah yang punya angkot tercantik. Nah, angkot-angkot yang didandani yang membuat gue tercengang adalah:
-satu angkot 'Bonang-Cikokol' yang punya TV 9" di dasbornya (walaupun yang diputer video karaokean dangdut, tetep aja...).
-satu angkot 'Legok-Pos' yang lantainya dikeramik (ini beneran, lantainya kayak rumah gue. Heheheh...).
-another angkot 'Legok-Pos' yang menggunakan DVD player plus remote-nya untuk memainkan lagu dari CD (DVD-nya made in China kalo nggak salah.)
Boleh dicari loh...
4. Bule...~
Ini khusus bus transjakarta sekitar Sudirman-Thamrin. Banyak bule boo..... Walaupun gue selalu kejedot saat naik busway, that's worth it!!! (nggak perlu banyak penjelasan di sini, hehehehe...)
5. Kejadian Lucu
Ada bebrapa kejadian yang tetep membuat gue ngakak saat gue inget lagi. Yang gue ungkap cuman dua di sini, yaitu:
- Suatu hari, pulang dari SMS, gue dan seorang temen gue menumpang angkot 'Malabar-Kelapa Dua'. Angkot itu penuh banget dan ada seorang mbak-mbak gemuk duduk di depan gue. Setelah kejadian berikut, gue rasa pantat mbak itu berminyak karena keringetan diempet-empet di angkot yang sempit itu. Jadi, saat angkot ini menikung U tajam, si mbak-gemuk ikut merosot dari kursinya hingga duduk di lantai. Coba bayangkan bola menggelinding.
-Yang ini baru terjadi beberapa waktu yang lalu. Seperti biasa pulang sekolah gue naik angkot 'Bonang-Cikokol' dan kali ini ada ibu-ibu bersama bocah lelakinya ikut naik. Tujuan si Ibu adalah Terminal Poris dan sementara si Ibu sedang sibuk bertanya pada sopir angkot tentang angkot mana yang ke Poris, si bocah di pangkuannya mengupil dan memeperkannya ke tangan si Ibu. Kira-kira begini percakapannya:
ibu: "Bang, kalau dari Cikokol ke Poris naik apa ya?"
Sopir: "Oh, naik *** aja, bu." (gue lupa angkot apa yg dikasih tau.)
Bocah: "Bu, bu" (diucapkan setelah memeperkan u**lnya)
ibu: " Aduh, adek!! jorok amat sih! Jangan begitu dong" (sambil membersihkan tangnnya.)
Percakapan itu berulang beberapa kali. Selagi si ibu berbicara dengan sang sopir, si anak juga sibuk meper di tangan ibunya. Gue harus mengalihkan pandangan biar nggak tertawa di depan mereka.
Akhirnya, gue cuman bisa bilang, angkutan umum itu tidak semengerikan yang disangka kok. Gue sendiri pengguna angkutan umum, mulai dari pergi ke sekolah sampai pergi ke mall. Cuman satu yang bisa kita lakukan agar nggak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan: WASPADA. Dan seperti yang gue bilang sebelumnya juga, waspada memang harus setiap saat dan di mana saja, nggak cuman di angkot. Yang pasti jangan biarkan pikiran lo kosong waktu naik angkutan umum, jadi alangkah baiknya ngajak teman biar nggak melamun.
Manfaat lain angkot adalah, bahwa angkot sangat berguna di saat tidak tersedianya transport pribadi. Jadi, menurut gue, nggak ada salahnya mencoba mengahafalkan angkot apa saja yang menuju rumah lo, supaya kalau kesasar nggak pusing-pusing amat. Oh, iya, jangan pakai perhiasan mencolok juga. Terakhir, selamat mencoba!!!

Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen